avgeekid

love is in the air, isn't it?

Flanker’s Aerodancing

This short video below show how beautifully one of Sukhoi’s jet in the air. I believe it is S-37 with bort number 711, a derivative from Flanker family with its thrust vectoring nozzle.

Advertisements

ASEAN Airliners

This is taken from Aviation Outlook 2016 from The Jakarta Post. Sort of full service and budget airliners. And also the fact that Soetta International Airport as a major airport in ASEAN basen on its passenger to fly from and within the country.

IMG_2981IMG_2982

An-225 Mriya Mampir ke Negara Sebelah

Jarang ada momen seperti ini. An-225 Mriya adalah pesawat kargo terbesar di dunia. Seperti dirangkum dari CNN, monster ini ditenagai 6 mesin dengan bentang sayap mencapai 88 meter. Negara sebelah, Malaysia, beruntung disinggahi pesawat ini yang ketika itu melakukan misi pengiriman generator seberat 130 ton ke Perth Australia. Kargo diambil dari Praha lalu mampir di Turkmenistan, India dan Malaysia sebelum sampai Australia. Berat maksimum saat lepas landas sendiri sebesar 640 ton.

Untitled.jpg

photo by @deezzullens

Saab Gripen E

img_2009photo by @RAeSTimR

SpaceX Falcon 9 Development Supercut

F-59A Saber II

Seperti biasa, selalu suka dengan pesawat fiksi karya FFRC Work dengan signature khasnya. Nampak realistis. Bentuk air intake di bawah hidung pesawat mungkin terinspirasi dari pesawat purwarupa di dunia nyata, X-32, yang kalah tender melawan X-35, pemenang Joint Strike Fighter (JSF) yang kini menjadi F-35.f_59a_saber_ii_block_35_by_fighterman35-d5ps81i.jpg

Oleh-Oleh JakToysFair 2016

Jaktoysfair yang berlangsung di Balai Sartika akhir Maret lalu secara garis besar cukup menarik. Banyak ratjun untuk para kolektor. Hotwheels, lego, gundam, starwars dll banyak menunggu selayaknya pengen diadopsi. Tapi tunggu, untuk diecast dan model kit militer/aviasi ga usah banyak diharapkan. 

Saya ga sengaja nemu lapak yang menjajakan diecast (plastic diecast) di deket pintu masuk gedung. Setelah dipikir-pikir dengan hati yang lapang memberanikan diri meminang dua   replika jet tempur, F-22 Raptor dan MiG-29 Fulcrum, detail lumayan, not bad lah untuk dua item senilai kurang dari 200rebon rupiah. 

   
 

Callsign dan Nickname

Berikut tulisan dari akun twitter @_tniau dengan judul asli Pemberian Nama Panggilan (Callsign) pada Penerbang Tempur TNI AU, disatukan oleh chirpifier m4ngu5il kemudian saya rapikan agar enak dibaca. Yuk kita simak.

Airman pernah mendengar nama: Bambang ‘Puffin’ Samoedro, Muhammad ‘Wild-Geese’ Syaugi, Agung ‘Sharky’ Sasongkojati ? Tidak terkecuali bagi para penerbang tempur TNI AU. Skadron Udara 1, 3, 11, 12, 14 dan 15 juga memiliki tradisi menggunakan nickname. Lantas bagaimana mekanisme tradisi penyematan nickname bagi para penerbang tempur yang baru bergabung di skadron?

Seorang fighter Skadron Udara 3 Wing 3 Lanud IWJ, Mayor Pnb Firman ‘Foxhound’ Dwi Cahyono, menjelaskan ke admin sbb. Para penerbang muda yang baru lulus dari Sekolah Penerbang akan mengikuti serangkaian proses transisi di skadronnya masing-masing. Pendidikan transisi dilaksanakan dengan metode ground school dan terbang dengan alokasi 140 jam terbang. Biasanya, pendidikan transisi di suatu skadron diikuti oleh 2-3 penerbang baru dan memakan waktu sekitar 2 tahun. Misalnya sekarang dibuka pendidikan transisi untuk angkatan ke-1, maka akan selesai saat angkatan ke-3 dibuka. Read the rest of this entry »

F/A-37 Talon dan EDI

Dikisahkan bahwa kemunculan pesawat tempur tanpa awak membuat pilot tempur kehilangan eksistensi mereka di masa depan. Dalam film Stealth digambarkan kecerdasan buatan yang ada di dalam pesawat temput nir-awak bernama EDI (Extreme Deep Invader) membuatnya mengunduh apa saja yang ada di internet. Meski EDI ini bisa terbang tanpa pilot, dia punya kokpit yang bisa dikendarai secara manual. Tanpa kehadiran pilot di tubuhnya, EDI bisa dipacu bermanuver hingga gaya terkena gaya gravitasi ekstrim sekalipun sehingga tidak ada kekhawatiran pilot pingsan.

Nah, ibarat bayi yang baru belajar terbang, EDI mempelajari pola tempur Kakaknya yaitu F/A-37 Talon yang mempunyai sayap lipat ke depan. Saking bandelnya EDI belajar, dia dijuluki Tinman, yang diterjemahkan secara kasar sebagai Si Otak Kaleng. Berikut beberapa sajian artist Deviantart.
f_a_37_talon_by_fighterman35-d5pwvou.jpg

edi_and_talon_by_fighterman35-d5q10da.jpg

Siapa Saja Negara Pengguna F-35?

Dengan ongkos produksi yang lumayan aduhai dan kontroversial besarnya, program pengembangan pesawat ini melibatkan beberapa negara partisipan untuk mendanai proyek tersebut. Sebagaimana disarikan dari wikipedia, level partisipan ini dibagi berdasarkan jumlah dana yang digelontorkan oleh masing-masing negara. Level 1 adalah Inggris. Level 2 Italia dan Belanda. Level 3 Australia, Kanada, Denmark, Norwegia dan Turki. Sedangkan Security Cooperative Participants terdiri dari Israel dan Singapura.

Pengguna utama F-35 tentu saja Amerika Serikat. Di luar itu beberapa negara sudah memesan, yaitu:

  1. Australia
  2. Israel
  3. Jepang
  4. Belanda
  5. Norwegia
  6. Korea
  7. Turki
  8. Italia